Pada post kali ini saya akan
mencoba merangkum apa yang telah saya dapatkan dari kelas psikodiagnostik pertemuan minggu kemarin.
Psikologi secara terminologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “psyche”
yang artinya jiwa dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, psikologi secara
terminologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jiwa sendiri
adalah sesuatu yang abstrak dan sulit untuk digambarkan. Menurut Wilhelm Wundt,
Bapak Psikologi dan pendiri laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman
mengatakan bahwa psikologi merupakan ilmu mengenai kesadaran manusia. Lalu apa
sih yang sebenarnya yang di ajarkan dalam psikologi? Apakah belajar tentang
jiwa? Karena jiwa adalah sesuatu yang abstrak dan sulit untuk digambarkan maka
hal yang paling mungkin untuk kita pelajari adalah perilaku atau tingkah laku
manusia. Dalam mempelajari perilaku atau tingkah laku manusia ada dua pendekatan
yang dapat digunakan yaitu pendekatan empirik atau fakta dan pendekatan
teoritikal. Dalam melihat perilaku atau tingkah laku manusia nantinya akan
diberi kesimpulan apakah perilaku atau tingkah laku tersebut normal atau
abnormal, sakit atau tidak sakit dan hal ini disebut dengan diagnostik atau
diagnosa. Pertama-tama hal yang perlu dilakukan sebelum dilakukan diagnosa
psikologi adalah melakukan pengukuran (measurement).
Ada dua hal yang berhubungan dengan pengukuran (measurement) dalam
psikologi yaitu methods dan tools. Yang merupakan bagian dari Methods psikologi antara lain,
wawancara, observasi dan tes tulis psikologi. Sedangkan yang termasuk dalam tools adalah alat tes psikologi seperti
alat tes intelegensi, alat tes kepribadian
(inventory), alat tes kemampuan kerja, alat tes grafis (inventory) dan alat tes minat bakat. Nah, alat tes yang sudah
disebutkan diatas akan saya rangkkum dari materi yang telah saya dapatkan di
kelas Psikodiagnosti I yang sebentar lagi akan saya post. So, stay tune yaaaa!!! J
0 komentar:
Posting Komentar