Selasa, 03 Mei 2016
Pemahaman Mengenai Pertemuan ke-8 Psikodiagnostik I
Pada post kali ini saya akan
mencoba merangkum apa yang telah saya dapatkan dari kelas psikodiagnostik pertemuan minggu kemarin.
Psikologi secara terminologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “psyche”
yang artinya jiwa dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, psikologi secara
terminologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jiwa sendiri
adalah sesuatu yang abstrak dan sulit untuk digambarkan. Menurut Wilhelm Wundt,
Bapak Psikologi dan pendiri laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman
mengatakan bahwa psikologi merupakan ilmu mengenai kesadaran manusia. Lalu apa
sih yang sebenarnya yang di ajarkan dalam psikologi? Apakah belajar tentang
jiwa? Karena jiwa adalah sesuatu yang abstrak dan sulit untuk digambarkan maka
hal yang paling mungkin untuk kita pelajari adalah perilaku atau tingkah laku
manusia. Dalam mempelajari perilaku atau tingkah laku manusia ada dua pendekatan
yang dapat digunakan yaitu pendekatan empirik atau fakta dan pendekatan
teoritikal. Dalam melihat perilaku atau tingkah laku manusia nantinya akan
diberi kesimpulan apakah perilaku atau tingkah laku tersebut normal atau
abnormal, sakit atau tidak sakit dan hal ini disebut dengan diagnostik atau
diagnosa. Pertama-tama hal yang perlu dilakukan sebelum dilakukan diagnosa
psikologi adalah melakukan pengukuran (measurement).
Ada dua hal yang berhubungan dengan pengukuran (measurement) dalam
psikologi yaitu methods dan tools. Yang merupakan bagian dari Methods psikologi antara lain,
wawancara, observasi dan tes tulis psikologi. Sedangkan yang termasuk dalam tools adalah alat tes psikologi seperti
alat tes intelegensi, alat tes kepribadian
(inventory), alat tes kemampuan kerja, alat tes grafis (inventory) dan alat tes minat bakat. Nah, alat tes yang sudah
disebutkan diatas akan saya rangkkum dari materi yang telah saya dapatkan di
kelas Psikodiagnosti I yang sebentar lagi akan saya post. So, stay tune yaaaa!!! J
Selasa, 19 April 2016
Macam-Macam Alat Tes Psikologi
Haiiiii semuanyaaaa! Jadi dipostingan kali ini saya
akan membahas macam-macam alat tes yang ada, antara lain tes proyeksi, tes
kempuan kerja, tes kepribadian, tes grafis dan tes proyeksi. Semoga bermanfaat
yaaa postingan ini
1.
Tes Intelegensi
a.
Intelegenz
Structured Test (IST)
IST berfungsi sebagai alat untuk menggambarkan pola
kerja tertentu, memahami diri dan pengembangan pribadi, merencanakan pendidikan
dan karir serta membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu.
Ada 9 subtes dalam IST, yaitu :
• SE à
Melengkapi kalimat.
• WA à
Mencari kata yang berbeda.
• AN à
Mencari hubungan kata.
• GE à
Persamaan dari 2 kata.
• RA à
Berhitung.
• ZR à
Deret angka.
• FA à
Menyusun bentuk.
• WU à
Latihan balok.
• ME à
Melatih memori.
b.
Culture Fair
Intelegency Test (CFIT)
Ø CFIT adalah alat untuk mengukur intelegensi individu
dalam suatu cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh percakapan verbal,
iklim budaya, dan tingkat pendidik.
Ø CFIT dipergunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan
faktor kemampuan mental umum/kecerdasan.
c. Standard Progressive Matrices (SPM)
SPM adalah salah satu contoh bentuk
skala intelegensi yang dapat diberikan secara individual maupun kelompok.
d.
Skala Binet (SB)
Ada 7 klasifikasi dari SB, yaitu :
• 140 keatas à Very Superior
• 120-139 à Superior
• 110-119 à Rata-rata Atas
• 90-109 à Normal atau Rata-rata
• 80-89 à Rata-rata Bawah
• 70-79 à Borderline
Deffective
• 69-kebawah à Cacat Mental (Mentally
Detective)
e.
Wechsler Adult
Intelligence Scale-Revised (WAIS)
WAIS
adalah untuk menyediakan tes intelegensi bagi orang dewasa. Tes ini dirancang
untuk anak-anak sekolah dan diadaptasi untuk orang-orang dewasa dengan
menambahkan beberpa soal yang lebih sulit.
f.
The Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)
WISC adalah
Untuk mengukur intelegensi anak-anak usia 6 sampai dengan 16 tahun.
2.
Tes Kemampuan Kerja
a.
Tes Kraepelin
Tes Kraepelin
merupakan hasil dari ciptaan Emilie Kraepelin yang diciptakan dari tahum
1856-1926. Tes Kraepelin adalah digunakan untuk menentukan seperti apa tipe
performance seseorang,
Tes Kraepelin
digunakan untuk mengukur seberapa maximum
performance dari seseorang, antara lain :
Ø Kecepatan -----
tempo kerja.
Ø Ketelitian -----
konsentrasi kerja.
Ø Keajekan -----
Stabilitas kerja.
Ø Ketahanan -----
Daya tahan pada situasi atau tekanan.
b.
Tes Pauli
Tes Pauli dikembangkan oleh Dr.Richard Pauli bersama dengan
Dr. Wilhem Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss pada tahun 1983.
Tujuan dari tes
Pauli adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi
dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja terhadap prestasi.
3.
Tes Inventory
atau Kepribadian.
a.
The Personality
Preference Inventory (PAPI)
PAPI merupakan sebuah alat ukur untuk memeriksa gaya kerja.
PAPI dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick di tahun 1960-an.
Tujuan Tes PAPI, yaitu :
Tes
ini
merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja, tujuan dari tes ini adalah untuk menjawab
pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren, gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang
dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan.
b.
NEO-Personality Inventory Revised (NEO PI-R)
NEO
PI-R adalah sebuah alat ukur yang
dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara menggunakan kuisioner yang
dirancang untuk mengukur Big Five Traits.
Tujuan dari tes NEO
PI-R adalah untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan interpersonal,
keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk pada orang
lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.
c.
Dominance, Influence, Steadiness, Complience (DISC)
DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan
gaya kepribadian, pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston.
Manfaat dari alat tes DISC :
·
Memberikan pemahaman
tentang diri seseorang terkait dengan kelebihan dan kekurangan dirinya (secara
garis besar untuk memahami tipe kepribadian).
·
Perencanaan masa
depan yang lebih baik.
·
Penempatan yang
sesuai dengan keunikan seseorang.
d.
Edward Personality Preference Schedule (EPPS)
EPPS
adalah alat tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tujuan
dari tes EPPS adalah untuk
mengungkap 15 need yang ada pada diri seseorang.
e.
Myers-Briggs Personality Type Indicator (MBTI)
Tes MBTI
adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang
dalam lingkungannya. MBTI
dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan putrinya, Isabel Brigss Myers pada tahun 1939 sampai 1945.
Manfaat
dari tes MBTI, antara lain :
·
Bimbingan
Konseling.
·
Pengembangan
diri.
·
Memahami orang
lain dengan cara yang lebih baik.
4.
Tes Grafis
a.
WZT/WARTEGG
WARTEGG adalah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah
kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Tujuan
tes ini untuk mengeksplorasi struktur kepribadian dari fungsi dasarnya (emosi,
imajinasi, dinamisme, kontrol, dan fungsi realita, sejauhmana masalah-masalah
yang ada “meluas” dalam diri individu dan melihat abnormalitas manusia.
b.
DAM
DAM adalah tes Menggambar orang dilaksanakan secara
individual. Biasanya digunakan untuk keperluan seleksi. DAM digunakan dalam industry dan organisasi untuk digunakan sebagai
bagian dari tes potensi (psikotes) dalam seleksi karyawanUntuk membuat profil
kompetensi, maka metode Assesment Center masih dpat digunakan. Tes gambar orang
ini akan menjadi pelengkap yagn penting dalam memberikan informasi mengenai individu.
c.
BAUM (The Tree Test).
Tes
menggambar pohon (The Tree Test/Baum
Test) bisa dilaksanakan secara individual maupun klasikal (bersamaan). BAUM adalah metode untuk melihat
karakter/kepribadian manusia. Pohon yang dianalogikan sebagai manusia yang
tumbuh berkembang memberikan symbol-simbol yang dapat diintepretasikan dan
menjadi gambaran individu itu sendiri.
d.
House-Tree-Person Test (HTP Test).
HTP adalah tes gambar Rumah Pohon Orang ini
merupakan tes yang dikembangkan oleh John Buck. Ia merasa bahwa kreativitas
merepresentasikan karakteristik kepribadian yang disalurkan melalui seni
grafis. Buck percaya bahwa dengan gambar, subjek dapat mengeluarkan kesulitan
alam bawah sadar-nya melalui sketsa dari gambaran proses primer.
e. GRAFOLOGI
Grafologi
adalah ilmu yang mampu menginterpretasikan karakter seseorang melalui
tulisannya. Grafologi
bertujuan untuk mengetahui untuk mengungkapkan karakter dan kepribadian
seseorang melalui tulisannya.
f.
DRAGON TEST
Tes
yang dikembangkan oleh J.D Lammerts Van Beuren-Smith, tes ini dieruntukkan
untuk anak-anak.
5.
Tes Proyektif.
a.
Rosrach
Tes
Rosrach bertujuan untuk mengevaluasi
emosi-emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual dan membantu
menjelaskan komponen-komponen kepribadian seseorang.
Ada
tiga kategori penting dalam memberikan skor pada tes ini, yaitu lokasi yang
menunjukkan pada bagian mana respon dilihat oleh klien dalam kartu, determinan
yang menunjukkan bagaimana respon tersebut dilihat, dan konten yang menunjukkan
apa yang dilihat klien dalam kartu.
b.
Thematic Apperception Test (TAT)
TAT
adalah sebuah alat bantu untuk mengukur aspek kepribadian individu.
Manfaat
dari TAT, antara lain :
·
TAT
berguna dalam mempelajari secara keseluruhan kepribadian seseorang, sehingga
dapat menginterpretasi tingkah laku abnormal, penyakit psikosomatis, neurose.
·
Manfaat khusus TAT. Sebagai pendahuluan interview
therapi dan merupakan langkah pertama dalam psikoanalisa.
Selasa, 05 April 2016
Apa sih Psikodiagnostik itu?
Kalian tahu gak sih apa itu
psikodiagnostik? Buat kalian yang masih tidak tahu apa itu psikodiagnostik, yuk
silahkan dibaca artikel ini J. Psikodiagnostik adalah alat bantu
untuk memahami tingkah laku manusia, yaitu untuk membedakan tingkah laku
manusia yang abnormal dan tingkah laku manusia yang normal. Kegunaan dari
psikodiagnostik sendiri adalah untuk memahami individu lebih baik dan memberi
perlakuan yang paling sesuai. Istilah psikodiagnostik sendiri pertama kali
diperkenalkan Herman Rorschach pada tahun 1921 dalam bukunya yang membahas hasil
eksperimennya dengan 10 buah kartu yang bergambar percikan tinta hitam dan
tinta warna atau yang disebut dengan tes Rorschach.
Pada awalnya istilah psikodiagnostik lebih sering digunakan dalam
bidang klinis, psikodiagnostik dalam bidang klinis adalah metode untuk menilai
adanya kelainan psikis pada pasien gangguan jiwa guna membuat diagnosa. Hal
inilah yang dimaksud dengan psikodiagnostik dalam arti sempit. Lalu apa yang
disebut dengan psikodiagnostik dalam arti luas? Dengan berkembangnya ilmu
psikologi, maka istilah psikodiagnostik itu tidak hanya digunakan dalam bidang
klinis, tetapi juga dalam bidang-bidang kegiatan manusia lainnya.
Nah… perkembangan psikodiagnostik dimulai sejak 2200 SM
dimana pemerintahan kerajaan Cina mulai mengadakan tes seleksi penerimaan
pegawai baru, kemudian pada zaman Yunani Kuno, Kerajaan Yunani Kuno mulai
mengadakan tes untuk evaluasi proses pendidikan dan di abad pertengahan universitas-universitas
di Eropa mulai menggunakan tes untuk pendidikan formal. Selanjutnya
perkembangan dari psikodiagnostik dapat dilihat dalam tabel berikut :
1862
|
Wilhelm Wundt menciptakan pendulum untuk mengukurkecepatan
berpikir.
|
1884
|
Francis
Galton mengadministrasikan test battery pertama untuk ribuan orang di
International Health Exhibit
|
1890
|
James
McKeen Cattel menggunakan istilah tes mental didalam menggunakan alat tes
battery yang diciptakan Galton
|
1901
|
Clark
Wissler menemukan fakta bahwa Brass Instrument tidak memiliki korelasi dengan
pencapaian nilai akademik seorang individu
|
1905
|
Binet
dan Simon menemukan tes kecerdasan modern pertama.
|
1914
|
Stern
memperkenalkan konsep IQ
|
1916
|
Lewis
Terman merevisi alat tes Binet dan Simon lahirlah Stanford dan Binet Resvisi tahun 1937, 1960, dan 1986
|
1917
|
Robert
Yerkes menciptakan Army Alpha dan Army Beta untuk merekrut sukarelawan Perang
Dunia I
|
1917
|
Robert
Woodworth menciptakan Personal Data Sheet, alat tes kepribadian yg pertama
|
1920
|
Rorschach
Inkblot ditemukan oleh Herman Rorschach.
|
1921
|
Psychological
Corporation, peneliti utama dari alat-alat tes psikologi didirikan oleh
Cattelll, Thorndike dan Woodworth
|
1927
|
Edisi
pertama Strong Vocational Interest Blank diterbitkan
|
1939
|
Wechsler-Bellevue
Intelegence Scale diterbitkan revisi tahun 1955, 1981, dan 1997
|
1942
|
Minnesota
Multiphasic Personality Inventory diterbitkan.
|
1949
|
Wechsler Intelegence
Scale untuk anak-anak diterbitkan revisi tahun 1974 dan 1991
|
Lalu apa saja sih metode-metode dalam psikodiagnostik? Ada 4
metode dalam psikodiagnostik, yaitu :
1. Observasi
Salah satu metode psikodiagnostik yang
dilakukan secara sistematis dan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan
terhadap segala aktivitas yang dijalani oleh subjek penelitian. Ada tiga jenis
observasi, yang pertama adalah observasi non partisipan, kemudian observasi
partisipan dan observasi dalam situasi eksperimental.
2. Wawancara
Metode psikodiagnostik ini adalah
percakapan antara dua orang atau lebih yang berlangsung antara interviewee dan interviewer. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi dari interviewee melalui
pertanyaan-pertanyaan dari interviewer. Wawancara
terbagi dalam 3 jenis, yaitu wawancara bebas, wawancara berstruktur dan
wawancara terarah.
3. Analisa
dokumen atau riwayat hidup
Dokumen-dokumen yang dapat dianalisa dalam analisa dokumen
atau riwayat hidup ini berupa ijazah sekolah, arsip pekerjaan, catatan medis,
buku harian, tabungan, surat, dsb. Data dalam bentuk dokumen ini memiliki
kelebihan karena dapat terhindar dari distorsi memori, jenis respon, motivasi
atau faktor situasional.
4. Tes
Psikologi
Tes pertama kali digunakan
dalam bidang Psikologi oleh J.M Cattell pada tahun 1980. Tes psikologi
digunakan untuk mengukur aspek kepribadian tertentu. Tes psikologi dapat membantu gambaran diri
subjek. Kelebihan dari tes psikologi adalah bentuknya yang sudah standar
sehingga dapat mengurangi bias dalam penelitian. Respon yang diberikan dalam
bentuk skor kemudian dibuat analisis kuantitatif dan diinterpretasikan sesuai
dengan norma yang ada.
Nah… klasifikasi
dari tes psikologi ada dua yaitu dilihat dari segi aspek mental dan dilihat
dari segi penciptanya.
a. Berdasarkan
dari segi aspek mental, tes psikologi dibedakan menjadi 4, yaitu:
Ø Tes kepribadian
seperti tes Rorschah, wartegg dan sebagainya
Ø Tes
intelegensi
Ø Tes bakat
Ø Tes
prestasi belajar
b. Berdasarkan
dari segi penciptanya dibagi menjadi, yaitu:
Ø Tes
Rorschach.
Ø Tes
Binet-simon.
Ø Tes
Wechsler.
Ø Tes
kraeppelin.
Ø Tes kuder
dan sebagainya.
c. Jenis-jenis
tes psikologi, antara lain :
Ø Tes WAIS merupakan
test yang digunakan untuk mengukur intelegensi seseorang dengan rentang usia
16-74 tahun.
Ø Tes CFIT digunakan
untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang.
Ø Test ini
untuk mengukur bakat pada seseorang, dll.
Gimana sudah tahu kan sekarang apa itu psikodiagnostik,sejarah dan metode-metodenya.


